-
SATUAN BEBAS PELANGGARAN, PROFESIONAL, BERTAQWA DAN BERPRESTASI

Kamis, 23 Agustus 2012

SATGAS PAMTAS YONIF 408/SUHBRASTHA GELAR ACARA SILATURAHMI BERSAMA MASYARAKAT KABUPATEN KEEROM






Pada hari Selasa tanggal 7 Agustus 2012 pukul 17.00 WIT, Satgas Pamtas Yonif 408/SBH menggelar acara silaturahmi bersama tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda seKabupaten Keerom. Acara silaturahmi ini diselenggarakan oleh Satgas Yonif 408/SBH yang bertempat di Kotis Yonif 408/SBH di daerah Arso Kota, dengan maksud sebagai perkenalan dan untuk mempererat hubungan bersama masyarakat setempat.  

Adapun acara tersebut dihadiri oleh Bupati Keerom, Dandim 1701/Jayapura, Kapolres Keerom, Danramil dan Kapolsek Arso, para tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat setempat di wilayah Kabupaten Keerom dan dilanjutkan acara berbuka puasa dan makan malam bersama. Acara ini digelar oleh Satgas Yonif 408/SBH yang baru saja melaksanakan serah terima dan menggantikan Yonif 431 untuk menjaga wilayah perbatasan RI-PNG terhitung sejak tanggal 22 Juli 2012.


Dansatgas Yonif 408/SBH Letkol Inf Edi saputra, S.IP berharap Satgas Yonif 408/SBH bersama-sama dengan para tokoh adat, tokoh agama, Pemkab Keerom, Polres Kab Keerom dan seluruh masyarakat Kabupaten Keerom dapat bersinergi, bersatu untuk menciptakan kedamaian dibumi Papua khususnya diwilayah Kab Keerom dan untuk memajukan serta membangun Kabupaten Keerom.

Selain itu juga Dansatgas Yonif 408/SBH menyampaikan rencana kegiatan Satgas Yonif 408/SBH dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke 67 yang akan mengadakan berbagai kegiatan seperti pengobatan masal, karya bhakti, pemberian bantuan alat tulis dan alat olahraga serta tournament bola volly, sehingga dapat meringankan beban kehidupan masyarakat Kab Keerom.

Rabu, 22 Agustus 2012

PANGDAM XVII/CENDRAWASIH MENYAMBUT KEDATANGAN SATGAS YONIF 408/SBH DI BUMI PAPUA


      Pada hari selasa tanggal 24 Juli 2012, Satgas yonif 408/Suhbrastha menerima pengarahan dan pembekalan dari Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI M. Erwin Syafitri. Dalam pengarahan tersebut Pangdam XVII/Cendrawasih
Pada awal amanatnya Pangdam katakan, selaku Panglima Kodam XVII/Cenderawasih dan pribadi, mengucapkan Selamat datang kepada seluruh anggota satgas di bumi cenderawasih. Perlu diketahui bersama bahwa wilayah perbatasan RI-PNG memiliki panjang + 780 kilometer, memanjang dari Skouw di sebelah utara, membujur ke selatan sampai muara sungai Bensbach, dan hanya ditandai dengan 52 buah patok batas atau Monument Meridian serta dengan kondisi medan yang pada umumnya berupa hutan belantara, pegunungan dan sungai-sungai sehingga sangat sulit untuk ditempuh melalui jalan darat. Wilayah perbatasan tersebut memiliki kerawanan yang cukup tinggi, karena sering digunakannya sebagai daerah penyelaman, base camp dan basis operasi oleh gerombolan pengacau keamanan untuk melakukan penyerangan terhadap pos-pos TNI/Polri. Selain itu, sering juga digunakan sebagai pelintas batas Tradisional oleh masyarakat setempat, yang memang mereka masih memiliki hubungan kekerabatan secara adat. Namun tidak menutup kemungkinan juga dimanfaatkan oleh Clandestine untuk melancarkan aksi provokasi dan pengaruh negatif terhadap masyarakat setempat. Untuk mengantisipasi berbagai kerawanan tersebut, maka harus tetap waspada, lakukan patroli-patroli keamanan maupun patroli pemeriksaan patok batas secara intensif dan lakukan pembinaan kepada masyarakat di sekitar perbatasan, untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Selain itu, juga jangan takut pada Hukum dan Ham, karena Hukum dan Ham bukan untuk ditakuti tetapi untuk ditaati. Apabila selama pelaksanaan tugas kita dapat mentaati hukum dan peraturan yang berlaku maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan akan terjadinya pelanggaran.

Lebih lanjut Pangdam mengingatkan, bahwa di Papua terdapat beberapa satuan penugasan lain, baik dari TNI maupun Polri. Dengan demikian agar setiap prajurit menjalin hubungan yang baik dengan satuan lain, hindari kesalah pahaman dan jangan mudah terprovokasi dan melakukan tindakan-tindakan di luar prosedur. Apabila menemukan permasalahan, segera lapor kepada pimpinan pada kesempatan pertama, sehingga dapat diambil tindakan secara cepat dan tepat. Jangan melakukan tindakan sendiri-sendiri karena dapat berakibat fatal. Hal lain yang tidak kalah pentingnya untuk diwaspadai, adalah terhadap penyebaran penyakit di wilayah Papua, yang sampai saat ini masih menjadi ancaman yang serius yaitu, Virus HIV/Aids dan penyakit malaria. Untuk itu, harus mampu menghindarinya dengan cara pengendalian diri, melakukan cara hidup sehat dan selalu taat terhadap norma-norma agama. Terhadap hal ini, saya percaya para prajurit sudah menerima dan paham atas informasi tentang penyakit tersebut, termasuk cara pencegahannya selama di home base.
Turut hadir pada upacara tersebut, Kapolda Papua, Danrem 172/PWY, Danrindam XVII/Cenderawasih, Asrendam dan pejabat Kodam lainnya serta Kapolres Jayapura dan Keerom, unsur Muspida Kabupaten Keerom, Tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda, insan pers serta para undangan.



SELAMAT DATANG ! SATGAS YONIF 408/SBH DI BUMI CENDRAWASIH

Pada hari minggu tanggal 22 Juli 2012, Satgas Yonif 408/Suhbrastha akhirnya tiba di bumi Cendrawasih Papua.
Setelah mengarungi lautan samudra Indonesia selama 10 hari dengan KRI Tanjung kambani. Akhirnya Satgas Yonif 408/SBH yang berjumlah 650 personel dibawah Komando Letkol Edi Saputra, SIP tiba di bumi Cendrawasih  dan siap untuk menjalankan tugas operasi Pamtas RI-PNG TA. 2012.
SELAMAT BERTUGAS REKANKU...
DOA KAMI MENYERTAIMU...



Kamis, 21 Juni 2012

PRATUGAS TAHAP I YONIF 408/SBH

Yonif 408/suhbrastha mendapatkan kehormatan untuk melaksanakan Penugasan Pengamanan Perbatasan RI-PNG di tahun 2012 ini. Untuk itu dalam rangka menunjang kesiapan penugasan tersebut Yonif 408/Suhbrastha melaksanakan latihan-latihan penyiapan, diantaranya latihan Pratugas Tahap I yang dilaksanakan pada tanggal 12 Maret 2012 sd 12 april 2012. Latihan ini mencakup 18 materi yaitu :

  1.   ANTROPOLOGI/SOS MASY SETEMPAT
  2.   HKM HAM & HUMANITER
  3.   KEP LAP
  4.   BINTERTAS
  5.   SIT AKHIR RAH TAS
  6.   PENG IMIGRASI
  7.   STUDI KASUS
  8.   PEMBERDAYAAN MASY
  9.   PAM WIL TAS & ILLEGAL LOGGING
  10.   CEGAH PELANGGARAN TAS &  PAHAM MOU TAS
  11.   PENG KESEHATAN LAPANGAN
  12.   PROTAP  BERSAMA PERBATASAN
  13.   PENG INTEL TEMPUR DAN TERITORIAL
  14.   PENG PAM PERS, MAT, BERITA & KEGIATAN
  15.   PENG PATROLI TEMPUR
  16.   NIK SWEEPING DI DARAT
  17.   NIK PEMERIKSAAN KAPAL
  18.   NIK SURVIVAL








 

Kamis, 01 Desember 2011

APEL BERSAMA TNI DAN POLRI DI MAKO YONIF 408/SBH


Rabu 30 Nopember 2011, Batalyon Infanteri 408/Suhbrastha melaksanakan Apel Bersama yang di hadiri oleh Dandim 0725/Sragen,letkol Inf Wahyu Sugiarto S.IP, Kapolres Sragen, dan Dansubdenpom Sragen beserta seluruh jajarannya.


Acara tersebut dimulai pukul 07.00 wib di lapangan mako yonif 408/Sbh. Bersamaan dengan itu dilaksanakan pemberian helm standart SNI oleh Kapolres Sragen yang berjumlah 40 buah kepada personil Kodim 0725/Srg, personil Yonif 408/Sbh dan Personil Subdenpom Sragen. Setelah Apel dilaksanakan, seluruh peserta apel berkumpul ke tribun untuk menerima sambutan dari Kapolres Sragen, Dandim 0725/Srg serta Danyonif 408/Sbh. 


Apel Bersama ini juga menjadi sarana  perkenalan Kapolres Sragen yang baru saja menjabat  pada 11 Nopember 2011. Selain itu acara ini juga bermaksud untuk menjalin tali silahturahmi antara TNI dan POLRI sehingga dapat meningkatkan sinergitas kerja sama antar satuan. Sebagai aparat Negara juga harus senantiasa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat sehingga ketertiban umum dapat terkendali dan Negara menjadi lebih maju.











YONIIF 408/SUHBRASTHA MELAKSANAKAN PENANAMAN POHON DI LAHAN BEKAS ERUPSI GUNUNG MERAPI

YONIIF 408/SUHBRASTHA MELAKSANAKAN PENANAMAN POHON
DI LAHAN BEKAS ERUPSI GUNUNG MERAPI


Meletusnya Gunung Merapi tahun 2010 lalu, berdampak banyak  pohon yang mati karena terkena erupsi Gunung Merapi. Dengan adanya Bencana alam itu menyebabkan pohon di sekitar lereng Gunung Merapi mati terkena lahar dingin.

Dengan adanya bencana alam  tersebut, sesuai ST yang dikeluarkan oleh Komandan Korem 074/Warastratama, Kolonel Inf Ahmad Supriyadi, Batalyon Infanteri 408/Suhbrastha di bawah Komando Letnan Kolonel Inf Edi Saputra S.IP ikut berpartisipasi dalam penanaman kembali lahan atau reboisasi lahan yang terkena erupsi Gunung Merapi yang dilaksanakan pada tanggal 16 s/d 28 Nopember 2011. 200 personel dari Yonif 408/SBH dikerahkan untuk melaksanakan Karya Bakti tersebut. Dari 200 personel tersebut di bagi menjadi 2 bagian wilayah yaitu bagian Boyolali dan Klaten. Untuk kota Boyolali dikerahkan 100 personel untuk melaksanakan karya bakti tesebut, begitu pula untuk wilayah Klaten di kerahkan 100 personel.

Kurang lebih 40.000 bibit pohon siap ditanamkan di wilayah Boyolali dan klaten yang terkena erupsi Gunung Merapi. Untuk wilayah Boyolali sendiri di bagi menjadi dua wilayah yaitu wilayah Selo dan Kemusu. Di daerah Kemusu,Boyolali di tanamkan 1.550 bibit pohon Sengon, 2.938 bibit pohon Suren dan 1.520 bibit pohon Jabon. Sedangkan untuk wilayah Selo,Boyolali 1.520 bibit pohon Sengon, 1.469 bibit pohon Suren dan 760 bibit pohon Jabon siap untuk ditanamkan.

Sedangkan di wilayah Klaten, 33.000 bibit pohon yang tediri dari 23.000 bibit pohon Jabon, 4500 bibit pohon Sengon, 4500 bibit pohon Suren dan 1000 bibit pohon Rosamala siap untuk ditanamkan di wilayah Klaten yang terkena erupsi Gunung Merapi.

Penanaman pohon ini bertujuan agar lahan yang tadinya terkena erupsi Gunung Merapi kembali tumbuh, sehingga dapat bermanfaat untuk kehidupan generasi di masa yang akan datang.







GLADI POSKO II YONIF 408/SBH

GLADI POSKO II YONIF 408/SBH

Setelah selesai melaksanakan Gladi posko Simpur, Batalyon Infanteri 408/Suhbrastha kembali melaksanakan latihan Gladi Posko II yang merupakan kelanjutan dari Gladi Posko Simpur yang telah dilaksanakan pada tanggal 19 s.d 21 Oktober 2011.

Sama seperti pelaksanaan Gladi Posko Simpur, Gladi Posko II juga diselenggarakan oleh  Korem 074/Warastratama di bawah pimpinan Kolonel Inf Ahmad Supriyadi. Untuk pelaku Gladi posko II adalah Unsur Komando dan dan Staf Yonif 408/Sbh serta Kompi Markas sebagai unsur pelayan. Gladi posko II dilaksanakan pada tanggal 15-17 Nopember 2011, bertempat di lapangan Mako Yonif 408/Suhbrastha dan Jenawi komplek.

Tujuan dari kegiatan Gladi posko tersebut adalah untuk meningkatkan kemampuan para komandan dan staf serta unsur pelayan Markas dalam mengintergrasi teknik, Prosedur dan tata cara kerja yang berlaku dalam perencanaan dan pengendalian operasi serta menguji efektifitas fasilitas di suatu markas Komando Satuan.

Sedangkan tempat yang digunakan dipilih seperti keadaan sebenarnya agar para  pelaku dapat mengembangkan kemampuannya secara teknis dan taktis sesuai dengan keadaan pada saat pertempuran atau operasi.

Meskipun Kegiatan tersebut sempat tertunda, namun semuanya berjalan dalam keadaan lancar. Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk melatih kesiap siagaan pelaku agar nanti pada saat tugas operasi semuanya berjalan dengan keadaan lancar.








Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Design Blog, Make Online Money
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...