SATUAN BEBAS PELANGGARAN, PROFESIONAL, BERTAQWA DAN BERPRESTASI

Rabu, 22 Agustus 2012

PANGDAM XVII/CENDRAWASIH MENYAMBUT KEDATANGAN SATGAS YONIF 408/SBH DI BUMI PAPUA


      Pada hari selasa tanggal 24 Juli 2012, Satgas yonif 408/Suhbrastha menerima pengarahan dan pembekalan dari Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI M. Erwin Syafitri. Dalam pengarahan tersebut Pangdam XVII/Cendrawasih
Pada awal amanatnya Pangdam katakan, selaku Panglima Kodam XVII/Cenderawasih dan pribadi, mengucapkan Selamat datang kepada seluruh anggota satgas di bumi cenderawasih. Perlu diketahui bersama bahwa wilayah perbatasan RI-PNG memiliki panjang + 780 kilometer, memanjang dari Skouw di sebelah utara, membujur ke selatan sampai muara sungai Bensbach, dan hanya ditandai dengan 52 buah patok batas atau Monument Meridian serta dengan kondisi medan yang pada umumnya berupa hutan belantara, pegunungan dan sungai-sungai sehingga sangat sulit untuk ditempuh melalui jalan darat. Wilayah perbatasan tersebut memiliki kerawanan yang cukup tinggi, karena sering digunakannya sebagai daerah penyelaman, base camp dan basis operasi oleh gerombolan pengacau keamanan untuk melakukan penyerangan terhadap pos-pos TNI/Polri. Selain itu, sering juga digunakan sebagai pelintas batas Tradisional oleh masyarakat setempat, yang memang mereka masih memiliki hubungan kekerabatan secara adat. Namun tidak menutup kemungkinan juga dimanfaatkan oleh Clandestine untuk melancarkan aksi provokasi dan pengaruh negatif terhadap masyarakat setempat. Untuk mengantisipasi berbagai kerawanan tersebut, maka harus tetap waspada, lakukan patroli-patroli keamanan maupun patroli pemeriksaan patok batas secara intensif dan lakukan pembinaan kepada masyarakat di sekitar perbatasan, untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Selain itu, juga jangan takut pada Hukum dan Ham, karena Hukum dan Ham bukan untuk ditakuti tetapi untuk ditaati. Apabila selama pelaksanaan tugas kita dapat mentaati hukum dan peraturan yang berlaku maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan akan terjadinya pelanggaran.

Lebih lanjut Pangdam mengingatkan, bahwa di Papua terdapat beberapa satuan penugasan lain, baik dari TNI maupun Polri. Dengan demikian agar setiap prajurit menjalin hubungan yang baik dengan satuan lain, hindari kesalah pahaman dan jangan mudah terprovokasi dan melakukan tindakan-tindakan di luar prosedur. Apabila menemukan permasalahan, segera lapor kepada pimpinan pada kesempatan pertama, sehingga dapat diambil tindakan secara cepat dan tepat. Jangan melakukan tindakan sendiri-sendiri karena dapat berakibat fatal. Hal lain yang tidak kalah pentingnya untuk diwaspadai, adalah terhadap penyebaran penyakit di wilayah Papua, yang sampai saat ini masih menjadi ancaman yang serius yaitu, Virus HIV/Aids dan penyakit malaria. Untuk itu, harus mampu menghindarinya dengan cara pengendalian diri, melakukan cara hidup sehat dan selalu taat terhadap norma-norma agama. Terhadap hal ini, saya percaya para prajurit sudah menerima dan paham atas informasi tentang penyakit tersebut, termasuk cara pencegahannya selama di home base.
Turut hadir pada upacara tersebut, Kapolda Papua, Danrem 172/PWY, Danrindam XVII/Cenderawasih, Asrendam dan pejabat Kodam lainnya serta Kapolres Jayapura dan Keerom, unsur Muspida Kabupaten Keerom, Tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda, insan pers serta para undangan.



0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Design Blog, Make Online Money
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...